
Rembang, 6 Maret 2026 -- Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali terasa hangat dalam kegiatan Safari Ramadhan dan silaturahim yang dilakukan crew Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Rembang ke LKSA An-Naba Pandean, Rembang. Kegiatan ini menjadi wujud nyata mengamalkan pesan Rasulullah SAW, "Khoirunnas anfa'uhum linnas" -- sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Fahri bersama beberapa rekan dari BRI Rembang yang hadir untuk berbagi motivasi dan kebahagiaan dengan para santri yatim. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Pandean, Kusriyanto, serta tokoh masyarakat yang akrab disapa Mbah Modin.
Motivasi untuk Anak-Anak Yatim
Dalam suasana penuh keakraban, Fahri memberikan motivasi kepada anak-anak yatim agar tetap semangat belajar dan tidak pernah merasa rendah diri.
"Anak-anak harus terus semangat belajar. Siapa tahu nanti di antara kalian ada yang jadi lurah, ada yang jadi pemimpin, bahkan ada yang jadi kepala bank," ujar Fahri.
Suasana menjadi hangat ketika Ustadz Taufiq bertanya kepada para santri tentang cita-cita mereka. Salah satu santri yatim bernama Dea dengan penuh percaya diri langsung mengangkat tangan saat ditanya siapa yang bercita-cita menjadi pegawai bank.
"Saya, Pak!" terang Dea, disambut senyum dan tepuk tangan dari seluruh hadirin.
Program Pemberdayaan An-Naba
Pembina yayasan, Ustadz Taufiq, menyampaikan berbagai program pemberdayaan yang sedang dikembangkan. Selain pendidikan, anak-anak juga diajak belajar bertani dan beternak secara terintegrasi:
- Menanam sayuran organik (kangkung, pakcoy, terong, cabai) di halaman yayasan
- Menggarap lahan wakaf di wilayah Jati Mudo, Sulang
- Mengembangkan perikanan bioflok sebagai pembelajaran kemandirian
Gagasan Kolaborasi dengan Pemerintah Desa
Kesempatan silaturahim ini juga dimanfaatkan untuk diskusi kolaboratif bersama pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Beberapa program yang direncanakan:
- Belajar budidaya jamur
- Pembesaran ayam dan pembuatan pakan organik
- Praktik membuat minuman fermentasi herbal untuk ternak berbahan kencur, temulawak, kunyit, dan jahe
Program-program tersebut saat ini sedang dikembangkan oleh BUMDes Pandean yang dikoordinasikan oleh Mbah Modin.
"Mohon izin Pak Lurah, ke depan kami ingin mengagendakan anak-anak untuk tadabbur alam sekaligus praktik langsung di lokasi. Supaya mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga memiliki keterampilan hidup," ujar Ustadz Taufiq.
Di akhir sambutannya, Ustadz Taufiq mengingatkan bahwa tujuan akhir dari ibadah puasa adalah ketakwaan, dan salah satu wujud nyatanya adalah memperbanyak silaturahim serta menebar manfaat kepada sesama.
Kegiatan Safari Ramadhan ditutup dengan doa bersama, penuh harap agar kebersamaan yang terjalin dapat terus berlanjut dan menjadi jalan kebaikan bagi banyak orang.



